Tihang, Watun dan Penampik pada Arsitektur Tradisional Banjar

by

Muhammad Deddy Huzairin

Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat
Korespondensi : deddyhuz@ulm.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.4.118

Abstrak

Salah satu hal yang menarik pada strukur arsitektur tradisional Banjar adalah tidak menggunakan suai (pengaku) pada tiang bagian bawah. Penelitian ini mengidentifikasi faktor yang menyebabkannya. Analisis dan kompilasi data disusun dengan matriks, yang terdiri dari beberapa variabel data yaitu: tihang, tongkat, watun, penampik, susuk, gelagar, turus tawing, belabat, papan-papan, balok penutup atas, dan rangka atap. Dari analisis 10 sampel penelitian didapatkan peran dari beberapa elemen struktur dan sistem sambungannya dalam mengakukan bangunan tanpa perlu menggunakan suai. Elemen tersebut adalah Tihang, Watun dan Penampik ditambah dengan Sampayan, dengan sistem sambungan berasuk (pen dan lubang) diikat dengan pasak.

Kata-kunci: Arsitektur Tradisional Banjar, Penampik, Tihang, Watun

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 4, 118-121
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional