Skemata Struktur Konikal pada Struktur Bangunan di Daerah Tropis di Asia Sebelah Selatan dan Pasifik – Sebuah Pandangan Reflektif

by

Indah Widiastuti

Kelompok Kearlian Sejarah Teori dan Kritik Arsitektur, Prodi Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung.
Korespondensi : indahwidiastuti71@gmail.com

https://doi.org/10.32315/sem.4.111

Abstrak

Tulisan ini lebih merupakan sebuah tinjauan reflektif mengenai struktur pada arsitektur lokal Indonesia sebagai skemata psikologis yang terbentuk oleh pengalaman membangun yang akumulatif sejak masa lalu di area kepulauan di hamparan Samudra Hindia dan pasifik. Tulisan ini juga merupakan refleksi dari pengalaman mengamati arsitektur lokal di berbagai daerah di Asia Tenggara dan India Selatan lewat beberapa penelitian, kebanyakan adalah hasil kajian-kajian etnografi, antropologi struktural, dan penelitian lapangan. Dari hasil refleksi ini penulis mencoba mengargumentasikan struktur bentuk kerucut sebagai model primordial atau skemata dari kebanyakan arsitektur bangunan tradisional di daerah Asia sebelah selatan dan Pasifik Indonesia.  Model primordial atau skemata struktur konikal ini memiliki logika tektonika yang berbeda dari model primitive hut arsitektur Klasik seperti yang dijelaskan Laugier. Skemata ini berkembang menjadi dua variasi perkembangan Model primordial. Variasi perkembangan pertama menandai transformasi dari skemata struktur konikal menuju bentuk bagonjong yang banyak berkembang di daerah Indonesia bagian barat, dan varian kedua, menuju bangunan berorientasi memusat dengan tiang empat, yang konsentrasinya banyak terdapat di kepulauan Sunda Kecil, dan kepulauan Pasifik.

Kata-kunci: skemata, struktur konikal, bagonjong, tiang empat, arsitektur vernakuler

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 4, 111-117
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional