Rumah Tinggal Tradisional Bali Aga di Desa Belantih, Kintamani

by

Ni Made Yudantini

Program Studi Arsitektur/Fakultas Teknik/Universitas Udayana.
Korespondensi: nmyudantini@unud.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.3.a101

Abstrak

Desa Belantih adalah salah satu desa Bali Aga yang terletak di dataran tinggi Kecamatan Kintamani. Seperti halnya desa-desa Bali Aga lainnya, Desa Belantih memiliki keunikan arsitektur rumah tinggal tradisional yang diwariskan dari masa lalu hingga saat ini. Desa Belantih tetap mempertahankan pola linier pada pola desa dan perumahannya. Pengaruh perkembangan teknologi dan komunikasi menyebabkan beberapa rumah tinggal tradisional Desa Belantih telah berubah, khususnya pola ruang dalam dan penggunaan material. Tentu saja ini menjadi tantangan dalam melestarikan nilai–nilai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menyelidiki perubahan rumah tinggal tradisional Bali Aga di Desa Belantih. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan lapangan, wawancara kepada tokoh desa, serta kajian literatur untuk memahami makna Bali Aga, baik aspek tangible and intangible. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini merekomendasikan bahwa kebutuhan konservasi terhadap nilai-nilai lokal pada desa-desa Bali Aga sangat mendesak untuk diterapkan untuk menghindari kepunahan identitas arsitektur tradisional Bali.

Kata-kunci: rumah tradisional, Bali Aga, Belantih, konservasi, kearifan lokal

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 3, A 101-109
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional