Ruang sakral pada rumah adat di desa Bali Aga

by

Tri Anggraini Prajnawrdhi

Lab Perancangan Kota, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
Korespondensi : anggieprajnawrdhi@unud.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.2.c011

Abstrak

Desa Bali Aga atau yang juga dikenal dengan Bali Mula merupakan perkampungan dari penduduk asli di pulau Bali, sebelum hijrahnya penduduk dari pulau Jawa ke Bali pada jaman Majapahit. Rumah adat penduduk ini memiliki keunikannya tersendiri yang membedakannya dengan rumah adat penduduk Bali Majapahit, demikian pula ruang dalamnya. Rasa sujud terhadap para leluhur dan dewa-dewi dalam kepercayaan mereka diwujudkan dengan adanya ruang sakral yang terdapat di dalam rumah adat. Ruang sakral pada rumah adat Bali Aga belum banyak diteliti sebelumnya. Metode studi kasus yang melibatkan observasi langsung dan wawancara pada empat buah desa Bali Aga di Bali yaitu desa Pedawa, desa Tigawasa, desa Sukawana, dan desa  Pinggan dilakukan untuk mengkaji pentingnya ruang sakral pada keempat rumah adat ini. Melalui analisa terhadap makna dan fungsi secara kualitatif maka didapatkan bahwa ruang sakral ini merupakan ruang yang terpenting dalam keberadaan rumah adat desa Bali Aga, yang tidak hanya berfungsi sebagai area memuja leluhur maupun dewa-dewi melainkan memiliki fungsi tambahan lainnya yang dianggap sakral.

Kata-kunci : Bali Aga, ruang, rumah Adat, sakral

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 2, C 011-017
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional