Prinsip-Prinsip Rumah Tradisional Bugis Dan Aplikasinya Terhadap Rumah Tanggap Banjir Di Makassar

by

Musdaria

Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
Korespondensi: riarch2804@gmail.com

https://doi.org/10.32315/sem.3.a092

Abstrak

Makassar merupakan kota pinggir pantai yang membentang sepanjang selat Makassar. Diapit dua sungai, sungai Tallo dan sungai Jeneberang. Karena letaknya, kMakassar berpotensi dilanda bencana banjir setiap tahunnya. Namun, potensi bencana banjir tidak sejalan dengan perencanaan elevasi lantai rumah yang ada saat ini. Berbeda dengan rumah tradisional Bugis, kepekaan terhadap banjir melahirkan rumah panggung yang memperhatikan elevasi lantai rumah. Penulisan ini bertujuan memaparkan pengaruh banjir yang terjadi di perumahan kota Makassar, prinsip-prinsip  rumah tradisional bugis yang tanggap terhadap banjir, dan aplikasinya ke rumah yang ada saat ini. Metode yang digunakan yaitu  deskriptif-analitis. Hasilnya bahwa masyarakat Bugis menganggap rumah  bagian dari mikrokosmos dan mempunyai harapan akan harmonisasi antara rumah, penghuni dan lingkungan. Prinsip rumah tradisional Bugis yang menaikkan level lantai rumah menciptakan ruang dibawahnya yang memberikan keuntungan secara fungsi. Sehingga ruang yang tercipta tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang parkir, gudang, ataupun kamar pembantu di rumah yang ada saat ini.

Kata-kunci : rumah tradisional Bugis, rumah panggung, rumah tanggap banjir.

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 3, A 092-100
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional