Prinsip Fisika pada Pondasi Tiang Kayu Rumah Tradisional Seberang Kota Jambi

by

Soni Pratomo1, N. Putri2, F. B. Pujaningsih3, W. Kurniawan4, Fetty F. Bahar5

1 Program Studi Arsitektur, Universitas Adiwangsa.
2,3,4 Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Jambi.
5 Program Studi Tekni Sipil, Universitas Jambi.
Korespondensi : sonipratomo@unaja.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.4.049

Abstrak

Bangunan tradisional merupakan bahan kajian yang masih perlu dipelajari. Rumah tradisional Melayu Jambi memiliki ciri khas berupa bangunan panggung dengan pondasi tiang kayu tanpa umpak yang dipancangkan langsung ke tanah. Pondasi tiang kayu sebagai struktur bagian bawah pada rumah tradisonal dapat dilihat dari berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur pondasi kayu rumah tradisional Jambi berdasarkan prinsip-prinsip fisika terutama kerapatan, gaya berat dan hukum aksi reaksi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tiang pondasi mampu menahan beban hidup atau pun mati. Hal ini disebabkan massa tiang pondasi lebih besar dari beban yang diterima. Pendistribusian beban dan bagaimana cara menahan gaya memiiki pengaruh besar pada ketahanan atau kekuatan rumah tradisional. Konsep fisika dalam kajian ini dapat memberikan pengetahuan bagi generasi selanjutnya tentang kearifan lokal dalam arsitektur tradisional terutama arsitektur tradisional rumah Jambi.

Kata-kunci : fisika, pondasi, tradisional

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 4, 049-055
Download PDF


Prosiding Seminar Nasional