Perkembangan Kawasan Destinasi Pariwisata Kepulauan Di Kota Batam

by

Nurul Nadjmi

Laboratorium Desain Perumahan dan Lingkungan Permukiman, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
Korespondensi: nurul_nadjmi@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/sem.3.a087

Abstrak

Kota Batam merupakan kawasan administrasi Kepulauan Riau, kawasan ini memiliki potensi pariwisata berupa gugusan kepulauan. Gugusan kepulaun ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda untuk dijadikan daya tarik wisata, diantaranya adalah wisata bahari, wisata sejarah dan wisata cagar alam (konservasi), wisata MICE, wisata resort, wisata belanja, wisata olah raga, dan wisata kuliner. Banyaknya jumlah pulau di Kota Batam, baru beberapa yang digunakan untuk kegiatan pariwisata, diantaranya ialah P. Batam, P. Rempang, P. Galang, P. Galang Baru yang merupakan pulau-pulau dengan kunjungan wisata terbanyak karena memiliki daya tarik berupa wisata pantai, laut, wisata belanja, wisata olah raga dan wisata alam. Perkembangan kawasan pariwisata di Kota Batam  sangat maju  daripada kawasan pariwisata yang berada di Kepulauan Riau. Beragamnya daya tarik wisata yang ditawarkan, namun hanya wisata belanja, resort dan kuliner yang berkembang sehingga perlu adanya konsep dalam pengelolaan kawasan  destinasi pariwisata di Kota Batam agar potensi-potensi wisata yang ada didalamnya dapat lebih berkembang lagi. Penelitian ini ini menggunakan pendekatan rasionalisme, di dalamnya menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan pembagian periode perkembangan pada wilayah penelitian, periode tersebut  terdiri dari periode awal, pertengahan dan periode akhir. Pada periode awal terdapat pemicu perkembangan kawasan  pariwisata yaitu  adanya aksesibilitas ke dan dari kawasan destinasi pariwisata di Kota Batam, yaitu adanya terminal pelabuhan ferry internasional dan domestik, serta adanya Bandar udara internasional. Periode pertengahan, terdapatnya pemicu kegiatan dengan adanya kawasan industri dan perdagangan, yang menjadikan Kota Batam sebagai kota yang menjanjikan untuk para pencari kerja, sehingga dengan sendirinya kawasan ini terkenal dan menjadi pusat perhatian bagi para wistawan, dan periode akhir, dimana terdapat pemicu perkembangan adalah adanya kawasan wisata resort, dan kawasan wisata belanja yang pada akhirnya mengubah citra Kota Batam dari Kota industri menjadi kota tujuan destinasi pariwisata dan melahirkan kawasan destinasi wisata yang menunjang wisata lainnya yang berada di Kota Batam.

Kata-kunci: Perkembangan kawasan destinasi, periodesasi perkembangan, pariwisata kepulauan di Kota Batam.

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 3, A 087-091
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional