Pemanfaatan Botol Plastik Untuk Sambungan Ikat Pada Konstruksi Bambu

by

Vinsensius Gilrandy Santoso1, Gustav Anandhita2

1,2 Lingkungan Manusia dan Bangunan, Program Studi Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Korespondensi : Vinsensiusgilrandy@gmail.com

https://doi.org/10.32315/sem.4.064

Abstrak

Ikatan merupakan sebuah teknik sambungan pada konstruksi tradisional Indonesia, terutama pada konstruksi bambu. Bahan ikatan biasanya menggunakan material-material organik dan bisa dilunakkan dalam air. Setelah pengikatan selesai bahan-bahan organik tersebut akan mengering dan menghasilkan sambungan yang kencang. Sambungan ikat mencegah pergeseran pada batang bambu ketika terkena gaya aksial. Teknik sambungan ikat tradisional perlu dikembangkan dengan inovasi baru agar lebih optimal dari segi kekuatan konstruksi, segi waktu pengerjaan dan sumber daya material.
Salah satu inovasi yang dapat diterapkan pada penggunaan material ikatan adalah menggunakan sampah botol plastik. Botol plastik dapat diolah lagi menjadi lembaran plastik tipis yang selanjutnya dirajut seperti halnya membuat tali dengan menggunakan alat pembuat tali. Dengan konsistensi menggunakan teknik sambungan ikat tradisional, tali dari plastik botol bekas bisa menggantikan posisi material organik sebagai elemen pengikat konstruksi bambu. Dengan metode penelitian eksperimental dan pendekatan kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kekuatan daya ikat menggunakan botol plastik.

Kata-kunci: Bambu, Inovasi, Sampah plastic botol bekas, Teknik sambungan ikat tradisional.

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 4, 064-071
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional