Pemaknaan Tempat dalam Pelestarian Arsitektur

by

Widjaja Martokusumo

Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung
Korespondensi: wmart@ar.itb.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.1. 001

Abstrak

Dinamika pembangunan dan modernisasi acapkali tidak memberikan ruang bagi upaya pelestarian dan perlindungan warisan budaya. Keberadaan diskrepansi dalam struktur masyarakat membatasi pengungkapkan apresiasi terhadap warisan budaya pada umumnya. Selain itu, realitas sosial yang mendukung nilai-nilai arsitektur/seni bangunan masih berupa fragmen-fragmen yang tidak mudah dikaitkan satu sama lain secara arsitektural. Kondisi tersebut menyebabkan penafsiran warisan budaya menjadi hal kritikal dalam kegiatan pelestarian arsitektur/lingkungan binaan. Akibatnya, kegiatan pelestarian menjadi tidak mudah dilakukan. Kegiatan pelestarian arsitektur berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari kerangka modernisasi pembangunan. Dengan demikian, upaya pemanfaatan warisan budaya perlu disertai upaya pemaknaan agar pelestarian memiliki kontribusi nyata bagi komunitasnya. Oleh karena itu, kegiatan pelestarian perlu mempersoalkan kembali aspek non bendawi, nilai dan makna, yang seringkali diabaikan dan disalahartikan, sehingga pelestarian warisan budaya tidak terbatas pada aspek fisik. Makalah ini menyatakan bahwa upaya pemahaman pelestarian sebagai sebuah proses diharapkan dapat membuka sejumlah penafsiran baru untuk dikritisi, khususnya makna dan nilai, integritas dan autentisitas serta signifikansi.

Kata-kunci : autentisitas, integritas, pelestarian arsitektur, pemaknaan tempat, warisan budaya

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 1, 01-10
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional