Open-air Museum: Oleh-oleh model konservasi ala Eropa

by

Yusfan Adeputera Yusran1, Erich Lehner2

Korespondensi : yyusfan@yahoo.ca

https://doi.org/10.32315/sem.2.c007

Abstrak

Open-air Museum atau jika di-Indonesia-kan menjadi Museum terbuka, merupakan sebuah fenomena yang sebenarnya telah lama ada. Model ini sendiri dikembangkan di Eropa sejak abad ke-18 dan baru terimplementasi secara nyata pada tahun 1891 yang ditandai dengan lahirnya Skansen di Stockholm. Di Austria sendiri, model ini dikembangkan lebih ekstensif. Dengan visi edukasi, model open-air museum di Austria yang biasa disebut Freilichtmuseum, menjadi pionir bagi pengembangan open-air museum tidak hanya dalam bidang konservasi rumah vernakular, namun menjadi tempat dimana penelitian dan pelbagai macam studi keilmuan dikembangkan.

Kata-kunci : Open-air museum, konservasi, rumah vernakular

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 2, C 007-010
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional