Munculnya Arsitektur Kontainer di Makassar dan Sekitarnya, “Manifesto” Arsitektur Hijau?

by

Afifah Harisah

Teori dan Sejarah Arsitektur, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
Korespondensi: ifahhussein@yahoo.co.id

https://doi.org/10.32315/sem.3.b007

Abstrak

Setelah turunnya Presiden Soeharto di tahun 1997, era reformasi di Indonesia mengalami berbagai macam aliran dan nuansa arsitektur yang berbeda dengan sebelumnya yang lebih didominasi karakter kedaerahan pada bangunan-bangunan pemerintahan, arsitektur Jawa di bangunan-bangunan masjid Pancasila, dan arsitektur modern di bangunan-bangunan komersil. Aliran dan nuansa arsitektur pasca Soeharto yang cukup fenomenal adalah arsitektur bergaya minimalis di rumah-rumah tinggal. Selain itu situasi masa reformasi ini juga menciptakan kebebasan berekspresi yang benar-benar berusaha lepas dari aliran-aliran dan nuansa-nuansa arsitektur yang terjadi sebelumnya, termasuk arsitektur kontainer atau arsitektur kargo yang akhir-akhir ini banyak bermunculan, serta dalam waktu yang hampir bersamaan diberlakukannya peraturan mengenai gedung hijau. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi latar belakang munculnya arsitektur kontainer di Makassar dan sekitarnya, seperti apa komposisi ruang dan bentuknya, dan apakah bisa dikategorikan sebagai arsitektur hijau. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode pengumpulan data: survei lapangan, pengamatan, wawancara informal, dan eksplorasi informasi di internet. Hasilnya menunjukkan bahwa alasan mendasar digunakannya atau munculnya arsitektur kontainer adalah karena mengikuti trend, lebih murah, dan lebih unik bila dibandingkan menggunakan arsitektur dari tembok biasa atau beton. Semua komposisi ruang dan bentuk dari kontainer tersebut dimodifikasi dengan berbagai cara seperti addisi/penambahan, kumulasi/penumpukan, friksi/pergeseran, fusi/penyatuan, perforasi/perlubangan, interpolasi/penyisipan, kombinasi, pemilahan, dan dekomposisi/penguraian.  Selain itu dapat sampel- sampel bangunan kontainer yang ada memiliki karakteristik arsitektur hijau, meskipun tidak secara utuh.

Kata-kunci : arsitektur kontainer, komposisi kontainer, arsitektur hijau

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 3, B 007-016
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional