Mengapa Kuda-Kuda Menjadi Primadona dalam Perkuliaahan Konstruksi Bangunan Pendidikan Arsitektur?

by

Ch. Koesmartadi1, Gustav Anandhita2

1,2 Dosen pada Prodi Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Korespondensi : ch.koesmartadi@unika.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.2.b001

Abstrak

Dalam usaha mencari jawaban atas cenderung dominannya konstruksi kuda-kuda, khususnya dalam pemecahan konstruksi atap baik pada muatan pendidikan arsitektur maupun bidang konstruksi di Indonesia. Dicarilah dalam beberapa literatur yang mewakili materi struktur khususnya rangka atap, dalam tiga literatur yang bisa mewakili masalah tersebut ternyata tidak diketemukan materi yang namanya kuda-kuda. Disatu pihak ada beberapa muatan rangka atap dari beberapa literature memberi kajian secara umum dari rangka berbentuk plat rangka bidang rangka ruang maupun space frame, dilain pihak dugaan atas sebagian besar ratusan rumah adat di Indonesia yang di bangun tanpa konstruksi kuda-kuda. Tujuan penulisan ini adalah untuk mencari jawaban atas pertanyaan mengapa konstruksi kuda-kuda menjadi primadona dalam pendidikan dan praktek arsitektur di Indonesia. Pengumpulan kasus dilakukan dengan pendataan atas ketersediaan masing-masing sumber yang layak sebagai data kasus. Analisis dilakukan dengan cara membedah masing-masing kasus melalui beberapa literature yang layak digunakan sebagai pembanding, fakta atas ratusan peninggalan berupa rumah adat yang tersebar di pelosok Nusantara, sehingga diketahui ragam sistem struktur penyangga atap. Temuan menyebutkan terus berlangsungnya pemberian materi konstruksi secara turun temurun dengan hanya sedikit perubahan. Mindset konstruksi Belanda masih melekat meski situasi berbeda. Keberanian untuk melihat peninggalan ratusan rumah adat sebagai sumber ilmu perlu ditanamkan.

Kata-kunci:  konstruksi kuda-kuda, nusantara, pembelajaran

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 2, B 001-007
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional