Masjid Wapauwe, Kekokohan Konstruksi Dalam Kesederhanaan Bentuk

by

Dwi Astuti

Arsitektur Islam, Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
Korespondensi : dwiaastuti@gmail.com

https://doi.org/10.32315/sem.2.c018

Abstrak

Sejarah perkembangan Islam di nusantara dapat dikulik dari berbagai sumber, salah satunya dari arsitektur bangunan peribadatannya. Masjid sebagai bangunan peribadatan umat Islam merupakan salah satu bukti perkembangan Islam di wilayah tersebut. Saat ini banyak sekali tulisan atau rekam jejak lainnya yang membahas tentang perkembangan Islam di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera melalui ulasan bangunan masjidnya. Namun perhatian mengenai masjid di wilayah timur Indonesia masih sangat kurang. Hal ini dibuktikan oleh kurangnya tulisan yang mengulas mengenai Masjid Wapauwe di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Masjid Wapauwe merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Menurut berbagai sumber masjid ini didirikan sekitar tahun 1414 dan  mengalami pemindahan lokasi masjid sebanyak dua kali. Masjid Wapauwe memiliki keunikan diantaranya elemen bangunan yang dapat di bongkar dan dirakit kembali serta sambungannya yang tidak menggunakan paku. Meskipun  Masjid Wapauwe telah dipindahkan lokasinya sebanyak dua kali namun bangunan masjid masih  memiliki arsitektur tradisional yang dipertahankan hingga kini meski mengalami beberapa renovasi. Masjid Wapauwe juga menyimpan salah satu mushaf tertua di Indonesia karya Imam Muhammad Arikulapessy. Meskipun memiliki berbagai keunikan dan cerita sejarah yang memiliki banyak nilai, tulisan mengenai Masjid Wapauwe masih sangat sedikit sehingga dapat dikatakan bahwa usaha pelestarian bangunan ini melalui tulisan masih sangat kurang. Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan mampu menambah rekam jejak salah satu masjid tertua di nusantara yang menjadi saksi perkembangan Islam di Kepulauan Maluku, Masjid Wapauwe.

Kata-kunci : Masjid Wapauwe, konstruksi, tradisional, Islam, konservasi

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 2, C 018-023
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional