Lansekap Budaya: Makna dan Peranan Pemakaman Hindu Bali pada Desa-desa Tradisional Bali Aga

by

Ni Made Yudantini1, I Wayan Kastawan2

1,2 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
Korespondensi : nmyudantini@unud.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.2.b042

Abstrak

Pemakaman Bali merupakan salah satu lansekap budaya termasuk dalam bentang alam Bali. Dalam pola desa adat di Bali, pemakaman terletak pada area profan yang berfungsi sebagai tempat upacara penguburan dan ngaben (kremasi). Masyarakat Hindu Bali terikat dengan adat istiadatnya dan juga termasuk dalam sistem penguburan dan kremasi. Pemakaman Bali memegang peranan penting di dalam mengikat warganya untuk menjalankan kewajibannya sebagai masyarakat adat dan memiliki hak untuk menggunakan pemakaman. Seiring dengan perkembangan globalisasi, cara-cara pemakaman mulai bergeser, dari cara-cara tradisional menjadi cara-cara yang lebih praktis. Saat ini telah mulai bermunculan wadah-wadah yang menawarkan kremasi yang sederhana tanpa banyak melibatkan masyarakat adat. Ini merupakan tantangan di dalam keberlanjutan adat istiadat yang telah diwariskan turun temurun. Melalui observasi dan wawancara, penelitian kualitatif ini menggali makna dan peranan pemakaman Bali di desa-desa tradisional Bali Aga khususnya di Desa Trunyan dan Desa Buahan di dalam implikasinya pada lansekap budaya serta untuk melestarikan adat istiadat yang dijwai oleh konsep Tri Hita Karana. Walupun berhadapan dengan tantangan, pemakaman Bali masih tetap merupakan zona penting di dalam pola desa dan lansekap budaya Bali.

Kata-kunci: Kuburan Bali, lanskap budaya, desa adat, pola desa

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 2, C 042-047
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional