Karakteristik Konstruksi “tongkon” pada Arsitektur Tongkonan Toraja

by

Mohammad Mochsen Sir

Teori, Sejarah, dan Arsitektur Perilaku. Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Korespondensi : mohammadmsir@yahoo.co.id

https://doi.org/10.32315/sem.2.b101

Abstrak

Arsitektur Tongkonan Toraja memiliki sistem dan konstruksi yang terpisah antara satu bagian dengan bagian lainnya, dan tiap bagian memiliki sistem struktur dan konstruksi yang berdiri sendiri. Penyatuan bagian untuk menghasilkan arsitektur tongkonan yang utuh menjadi karakter tersendiri dari konstruksi tongkonan. Mendudukkan bagian satu dengan bagian lain pada bagian arsitektur tongkonan adalah karakteristik dari sistem konstruksi arsitektur tongkonan. Mendudukkan dalam bahasa Toraja disebut dengan “tongkon”, mendudukkan bagian satu dengan bagian lainnya untuk menyatukan arsitektur Tongkonan dilakukan dengan sistem konstruksi “tongkon”. Metoda Kritik Interpretif (Interpretive Criticism) digunakan untuk menafsirkan pemahaman penyatuan arsitektur tongkonan melalui karakteristik konstruksi “tongkon”. Tujuan yang ingin dicapai adalah meyakinkan bahwa istilah “tongkon” adalah karakteristik penyatuan sistem konstruksi arsitektur tongkonan. Konstruksi “tongkon” adalah sistem penyatuan bagian arsitektur tongkonan dengan cara mendudukkan bagian satu dengan bagian lainnya sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Kata-kunci : Arsitektur Tongkonan, Konstruksi ‘tongkon’

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 2, B 101-105
Download PDF 

Prosiding Seminar Nasional