Karakteristik Hunian Pada Permukiman Bantaran Kanal Kelurahan Tamamaung Kota Makassar

by

Cahyani

Lab. Perumahan dan Permukiman/Departemen Arsitektur/Fakultas Teknik/Universitas Hasanuddin Makassar
Korespondensi: cahyani_suhardi33@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/sem.3.c015

Abstrak

Permukiman bantaran kanal selama ini banyak di jumpai di kota-kota besar termasuk kota Makassar. Perkembangan kota yang kompleks mengakibatkan kota Makassar menjadi kota metropolitan di Indonesia dengan pembangunan industry yang memberikan dampak besar terhadap kota Makassar. Salah satu dampak besarnya adalah terjadinya pembangunan liar atau biasa disebut “squatter settlements”, hal ini terjadi karena perkembangan kota diiringi dengan terjadinya urbanisasi. Urbanisasi terjadi karena adanya daya tarik kota yang menjanjikan taraf hidup yang lebih baik, dimana banyaknya kesempatan kerja yang bisa didapatkan oleh masyarakat atau penduduk setempat. Kota Makassar yang memiliki jumlah penduduk yang cukup padat, tiap tahunnya mengalami peningkatan melampaui ketersediaan lapangan kerja, sehingga menambah permasalahan kota seperti masalah ekonomi dan keterdesakan akan tempat tinggal, hingga masyarakat yang tidak memiliki kemampuan untuk memiliki tempat tinggal kepemilikan sendiri, membentuk permukiman – permukiman liar di daerah yang rawan terjadinya pembangunan liar seperti bantaran sungai maupun bantaran kanal, tak terkecuali bantaran kanal di kelurahan tamamaung. Permukiman di bantaran kanal kelurahan tamamaung cukup memprihatinkan, dimana kondisi permukiman yang cukup padat dan tergolong tidak layak huni, dengan akses yang cukup sempit karena merupakan garis sempadan sungai yang dimanfaatkan sebagai tempat bermukim dan juga sebagai akses utama, kondisi sanitasi yang kurang sehat karena pembuangan air kotor langsung ke kanal, jaringan listrik yang saling tumpang tindih, serta jaringan air bersih yang diangkut menggunakan jergen, serta masyarakatnya yang kurang sadar kebersihan lingkungan dengan menjadikan kanal sebagai tempat pembuangan sampah.

Kata-kunci : Karakteristik, permukiman, hunian, kepadatan, kanal

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 3, C 015-022
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional