Karakteristik Fisik Kota Pantai Hubungannya Dengan Sebaran Pulau Panas Perkotaan (Urban Heat Island)

by

Juhana Said1, Sungkono2, Nashrah3

1 Lab. Sains dan Teknologi Arsitektur/Teknologi Bangunan, Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia.
2 Lab. Pengujian Mesin-Mesin/Konversi Energi, Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia.
3 Lab. Kota dan Permukiman/Kota dan Permukiman, Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muslim Indonesia.
Korespondensi: juhana.said@umi.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.3.a051

Abstrak

Kota Pantai wilayahnya dicirikan oleh darat dan air merupakan salah satu kendali iklim yang dapat mempengaruhi unsur-unsur iklim di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengkajian karakteristik fisik kota pantai untuk menilai sebaran pulau panas (urban heat island). Penelitian ini dilaksanakan di Makassar, yaitu tiga lokasi kawasan kota yang dipilih sebagai unit pengamatan untuk dipelajari, masing-masing area beradius 100 m. Untuk mendukung penelitian ini telah dilakukan pengukuran temperatur udara baik di musim hujan maupun kemarau. Pengukuran dilakukan lima kali dari pagi sampai sore saat cuaca cerah dalam waktu yang bersamaan. Karakteristik fisik kota yang dikaji meliputi: massa bangunan, kepadatan lingkungan, bahan bangunan, bahan penutup lahan, dan bentang alam. Analisis dilakukan secara statistik (analisis regresi) didasarkan pada data yang distandarisasi. Sebaran pulau panas dipetakan dengan menggunakan software envi-met V.3.1. Hasil analisis menunjukkan karakteristik fisik kota pantai berpengaruh signifikan terhadap peningkatan temperatur udara, sehingga berefek pada meluasnya sebaran pulau panas perkotaan.

Kata-kunci : karakteristik fisik, kota pantai, pulau panas perkotaan

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 3, A 051-059
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional