Hibriditas Tektonika Arsitektur Joglo

by

Adi Santosa1, Murni Rachmawati2, Vincentius Totok Noerwasito3

1,2,3 Program Paska Sarjana, Program Studi Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Korespondensi : adis@petra.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.4.088

Abstrak

Joglo adalah salah satu bentuk arsitektur Jawa yang diperuntukkan bagi golongan bangsawan. Meskipun diperuntukkan bagi strata sosial tertinggi, pengalaman empirik maupun penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa secara teknis konstruksi joglo ternyata masih memiliki kelemahan, khususnya terhadap gempa. Hal ini memunculkan pertanyaan yaitu mengapa konstruksi joglo tidak pernah dikembangkan lagi padahal belum ideal. Untuk itu, kajian tektonika diperlukan karena melalui kajian ini aspek logika konstruksi, proses penciptaan hingga suasana ruang yang tercipta dibalik susunan konstruksi dapat diungkapkan. Dengan pengungkapan ini maka akan dipahami bahwa dibalik kelemahan yang ada pasti ada keunggulan-keunggulan yang bersifat kontekstual. Karena analisis penelitian ini akan mengungkapkan fakta-fakta sejarah maka metode penelitian yang digunakan adalah historis-interpretatif dengan strategi naratif-historis. Melalui kajian tektonika, penelitian ini mengungkapkan bahwa joglo sesungguhnya merupakan arsitektur hibrid, karena merupakan perpaduan antara unsur arsitektur tradisional yang lebih bersifat teknonik dengan unsur arsitektur klasik Jawa yang lebih besifat strereotomik.

Kata-kunci: hibriditas, joglo, tektonika

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 4, 088-095
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional