City Tour Heritage Cirebon

by

CITI-TOUR HERITAGE CIREBON
Seminar Heritage Cirebon 2017

Cirebon adalah salah satu kota tua dan unik, karena hampir mengalami seluruh perjalanan sejarah Nusantara. Mulai dari masuknya kebudayaan Hindu-Budha, kebudayaan Cina-Arab (Islam), kebudayaan bangsa Portugis dan Belanda, sampai upaya merebut kemerdekaan Indonesia. Khazanah kebudayaan yang kaya ini menjadikan kota Cirebon sebagai the Living Museum, yang kemudian pada sekitar bulan April 2016, kota Cirebon dicanangkan sebagai Kota Pusaka oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Industri Kreatif, serta ditugaskan untuk menampilkan kembali sisi kelam, sisi terang, atau pun sisi kejayaan Nusantara yang pernah dialami Indonesia.

Kegiatan City Tour ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai kondisi bangunan cagar budaya saat ini sehingga dapat meningkatkan pemahaman akan pentingnya pelestarian bangunan cagar budaya.

TUJUAN
Kegiatan City Tour ini dilaksanakan bertujuan untuk :
a. Memberikan gambaran sejarah akan bangunan cagar budaya.
b. Melihat pengaruh bangunan cagar budaya terhadap kawasan
c. Melihat kondisi masyarakat di sekitar kawasan bangunan cagar budaya
d. Melihat kondisi fisik saat ini pada bangunan cagar budaya
e. Meningkatnya pemahaman akan pelestarian kawasan bangunan cagar budaya.

TARGET PESERTA
Peserta yang diharapkan mengikuti City Tour ini adalah :
a. Pemerintah daerah khususnya di Wilayah III Cirebon seperti Pemkot Cirebon, Pemkab Cirebon, Pemkab Majalengka, Pemkab Kuningan dan Pemkab Indramayu serta pemerintah daerah umumnya yang berada di wilayah Provinsi Jawa Barat;
b. Mahasiswa dalam segala jenjang, baik itu S1, S2 dan S3;
c. Para peneliti dan pemerhati masalah pelestarian cagar budaya;
d. Organisasi, lembaga swadaya masyarakat atau komunitas budaya; serta
e. Masyarakat umum.

Peserta yang ditargetkan mengikuti kegiatan City Tour kurang lebih sebanyak 100 (seratus) orang.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Kegiatan City Tour “Bangunan Cagar Budaya” di Kota Cirebon dilaksanakan
Tempat : Mulai di Gedung Negara
Alamat : Jl. Siliwangi No. 14 Kota Cirebon
Hari/tanggal : Jum’at, tanggal 5 Mei 2017
Waktu : 07.00 – 18.00 WIB.

PELAKSANAAN
Secara umum, pelaksanaan City Tour ini terbagi kepada 2 (dua) Metode :
a. Pemaparan sejarah Kota Cirebon dalam perjalanan oleh Pemandu.
b. Pemaparan objek bangunan cagar budaya yang akan dikunjungi yang telah ditentukan oleh Panitia.

OBJEK BANGUNAN CAGAR BUDAYA
Objek yang akan dikunjungi pada City Tour ini adalah bangunan cagar budaya pada periodisasi awal perkembangan kota Cirebon diantaranya :
a. Masjid Merah Panjunan
b. Masjid Sang Cipta Rasa Kasepuhan.
c. Situs Ki Buyut Trusmi
d. Gua Sunyaragi

PEMATERI/PEMANDU CITY TOUR
– Bambang S. Budi (Dosen Arsitektur ITB)
– Mustaqim Asteja (Ketua Komunitas Kendi Pertula)
– Mudhofar (Dosen STTC)
– Nurhidyah (Dosen STTC)

SUSUNAN ACARA KEGIATAN

Waktu Kegiatan
07.30 – 08.30 Pendaftaran peserta
Pemaparan Buku Masjid-Masjid Di Kota Cirebon oleh Bambang S. Budi Dr.Eng
Pengarahan Oleh Panitia
08.30 – 08.45 Peserta menaiki bus city tour
08.45 – 09.05 Perjalanan ke Masjid Merah Panjunan – Rute: Jl. Siliwangi – Jl. Pasuketan – Jl. Kolektoran
09.05 – 09.35 Masjid Merah Panjunan Masjid Merah Panjunan
09.35 – 09.50 Peserta menaiki bus city tour
09.50 – 10.10 Perjalanan ke Keraton Kasepuhan – Rute : Jl. Bahagia – Jl. Yos Sudarso
10.10 – 13.00 Keraton Kasepuhan
Makan siang di Kasepuhan (nasi kotak)
Persiapan shalat Jumat
Shalat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa
13.00 – 13.20 Perjalanan ke Gua Sunyaragi
13.20 – 15.00 Gua Sunyaragi Gua Sunyaragi
Sketsa
Shalat Ashar
15.00 – 16.25 Peranuju Ki Buyut Trusmi
16.25 – 18.00 Ki Buyut Trusmi Trusmi
Wisata Batik dan Kuliner
Shalat Magrib
18.00 – 18.30 Menuju Gedung Negara
Pelapasan peserta

TATA TERTIB
Untuk kelancaran pelaksanaan City Tour, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan harus mengikuti tata tertib sebagai berikut :
1. Wajib mengikuti seluruh tahap kegiatan yang sudah direncanakan.
2. Peserta menyiapkan peralatan/perlengkapan sesuai arahan panitia City Tour.
3. Peserta yang mendapatkan sertifikat adalah peserta yang mengikuti semua sesi dalam kegiatan ini.
4. Berpakaian rapi, sopan, tidak diperkenankan menggunakan sandal selama kegiatan berlangsung.
5. Menandatangani daftar hadir pada saat registrasi.
6. Menjaga keamanan, kebersihan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
7. Tidak merokok selama kegiatan berlangsung.
8. Hal-hal lain yang belum terdapat dalam tata tertib ini akan diatur lebih lanjut.

Prosiding Seminar Nasional