Ciri-ciri Struktural-Konstruksional Arsitektur Kayu Nusantara

by

Christophorus Koesmartadi1, Josef Prijotomo2

1 Laboratorium Perencanaan, perencanaan struktur dan konstruksi Program Studi Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang.
2 Laboratorium Arsitektur Nusantara, Gurubesar arsitektur Fakultas Teknik di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
Korespondensi : ch.koesmartadi@unika.ac.id

https://doi.org/10.32315/sem.4.102

Abstrak

Kajian terhadap Arsitektur Nusantara khususnya struktur dan konstruksi biasanya masih melekat dengan bahasan arsitektur dari Eropa, hal ini dikarenakan terbiasanya kita menjelajahi ilmu yang bersandarkan dari benua tersebut. Padahal ilmu khususnya struktur dan konstruksi Nusantara berbeda dengan keberadaan ilmu-ilmu dari negara Benua Eropa tersebut. Melalui metoda penyandingan (comparative method) dilakukan pengkajian terhadap sekelompok Arsitektur khususnya struktur dan konstruksi Nusantara. Dengan metoda ini maka masing-masing subjek dapat diidentifikasi ciri umumnya. Temuan lain berupa konstruksi bangunan dengan tiang ditanam ke bumi, dan bangunan dengan tiang ditaruh di atas umpak. Temuan lain adalah adanya dua konfigurasi konstruksi yakni konstruksi balok tumpuk dan konstruksi purus-lubang. Penulis menjumpai dua teknik perangkaian tiang-balok yakni teknik ikat dan teknik purus-lubang, dan bukan merupakan sambungan namun perangkaian. Penulis menemukan adanya keserupaan kerangka bangunan; yang bisa berupa kerangka atap, kerangka atap sekaligus sebagai kerangka bangunan, selain itu ada pula kerangka atap yang dibarengi oleh kerangka geladak/ ruangan yang kesemuanya melalui kerumitan di bagian atas.

kata kunci: arsitektur kayu Nusantara, struktur-konstruksi, teknik-konstruksi, konfigurasi-konstruksi

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 4, 102-110
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional