Arsitektur Vernakular di Sulawesi Selatan dan Perannya terhadap Arsitektur Hijau

by

Andi Edy Satar1, Edward Syarif2, Nurul Nadjmi3

1 Laboratorium Desain Perumahan dan Lingkungan Permukiman, Mahasiswa Prodi S2 Arsitektur, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
2,3 Laboratorium Desain Perumahan dan Lingkungan Permukiman, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
Korespondensi: andiedyas@gmail.com

https://doi.org/10.32315/sem.3.b025

Abstrak

Arsitektur vernakular adalah arsitektur yang tumbuh dan berkembang dari arsitektur rakyat yang lahir dari masyarakat etnik dan berakar pada tradisi etnik, serta dibangun oleh tukang berdasarkan pengalaman (trial and error), menggunakan teknik dan material lokal serta merupakan jawaban atas setting lingkungan tempat bangunan tersebut berada dan selalu membuka ruang untuk terjadinya transformasi. Arsitektur Vernakular memiliki nilai ekologis, arsitektonis dan alalmi karena mengacu pada kondisi, potensi iklim-Budaya dan masyarakat lingkungannya. Aristektur vernakular secara umum telah memberi pelajaran pada kita tentang keberlanjutan atau penghematan energi yang sesungguhnya sudah mengaplikasikan sebagian besar dasar-dasar arsitektur hijau, jauh sebelum konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) di dengungkan. Ini telah terbukti dan teruji oleh waktu dan perubahan zaman. Di Sulawesi Selatan dapat kita jumpai beberapa peninggalan arsitektur vernakular yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, arsitektur vernakular Tongkonan di Toraja misalnya atau rumah adat Bugis-Makassar, Selayar, dan lain sebagainya adalah bukti nyata. Arsitektur hijau adalah Arsitektur yang meminimalkan pengurasan sumber daya alam dan meminimalkan dampak buruk terhadap alam, lingkungan dan manusia. Arsitektur  hijau adalah sebauah konsep dan terapan dalam bidang arsitektur dan lingkungan binaan yang lahir di akhir tahun 80-an. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah agar menjadi bahan diskusi khususnya di kalangan akademisi maupun praktisi arsitek dalam  mendesain rumah tinggal atau bangunan lainnya yang tanggap akan kondisi lingkungan dan berdasarkan akar budaya masyarakat Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Selatan pada khususnya seperti yang sudah dilakukan oleh nenek moyang kita.

Kata Kunci: Arsitektur Hijau, Arsitektur Vernakular, Berkelanjutan

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 3, B 025-033
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional