Adaptasi dan Pengalihan Fungsi Ruang Tempat Tinggal di Kampung Empagae dan Pabbelle, Kabupaten Wajo

by

Muhammad Taufik Ishak1, Yusaumi Ramadhanti Fitri Taufik2

1 Laboratorium Sains dan Teknologi Bangunan, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
2 Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
Korespondensi: taufikishak60@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/sem.3.c001

Abstrak

Permukiman masyarakat Bugis yang berada di Kampung Empagae dan Pabbelle merupakan bentuk permukiman yang memiliki karakteristik lingkungan yang berbeda karena berada di pinggiran Danau Tempe dan pesisir Teluk Bone. Kondisi ini membuat masyarakat memiliki cara pandang yang berbeda dalam beradaptasi guna tetap melakukan aktivitasnya sehari-hari. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan ruang di tempat tinggal dan lingkungan sekitar oleh masyarakat Kampung Empagae dan Pabbelle dalam menghadapi luapan Danau Tempe dan naiknya air pasang. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa masyarakat di kedua kampung tersebut telah mampu menunjukkan fleksibilitas ruang baik tempat tinggal maupun lingkungan sekitar dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Ruang bagian bawah rumah (awa bola) yang pada dasarnya hanya sebagai tempat penyimpanan, masyarakat mampu melihat potensi yang ada yaitu melakukan aktivitas yang mendukung kebutuhan sehari-hari seperti membuat jaring, memperbaiki perahu, berjualan, dan menenun. Selain itu, masyarakat juga mampu memanfaatkan lingkungan sekitar, yaitu mengeringkan ikan dan rumput laut.

Kata-kunci : adaptasi, alih fungsi, luapan air, permukiman, dan pesisir

Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 3, C 001-006
Download PDF

Prosiding Seminar Nasional